Belakangan ini, ketika membahas tantangan memimpin tim, satu istilah hampir selalu muncul: generation gap.
Gen Z dianggap sulit diarahkan.
Milenial disebut terlalu banyak bertanya.
Gen X dinilai terlalu kaku.
Setiap generasi seolah memiliki karakteristik yang membuat mereka “sulit” dipimpin.
Tidak sedikit pelatihan kepemimpinan pun akhirnya berfokus pada satu pertanyaan: Bagaimana memimpin setiap generasi?
Padahal, mungkin kita sedang melihat persoalan ini dari sudut pandang yang kurang tepat.
Bagaimana jika tantangan terbesar dalam memimpin bukanlah perbedaan generasi, melainkan anggapan bahwa satu pendekatan bisa berhasil untuk semua orang?
Continue reading Seorang Pemimpin Tidak Memimpin Generasi
